Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun berkaitan dengan kaum Anshar yang dahulunya sering bernazar agar anak mereka dididik sebagai Yahudi jika bertahan hidup. Ketika suku Yahudi diusir, kaum Anshar ingin memaksa anak-anak tersebut masuk Islam. Allah melarang segala bentuk paksaan dalam memeluk agama. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Dengan penurunan ayat ini Allah menegaskan bahwa seseorang tidakdibenarkan memaksa orang lain untuk masuk Islam, tidak terkecuali anak sendiri, seperti yang dilakukan sebagian sahabat Ansar kepada anak mereka. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
TopikTidak Ada Paksaan dalam Agama dan Perlindungan Allah (256-257)
لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut97) dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
Catatan Depag
*97) Setan dan apa saja yang disembah selain Allah -Subḥānahu wata'ālā-.

