Al-Baqarah (Sapi Betina) Ayat 253

Bacaan

TopikKeutamaan Rasul, Ayat Kursi, dan Kuasa Allah (253-255)

تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۘ مِنْهُمْ مَنْ كَلَّمَ اللَّهُ ۖ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَاتٍ ۚ وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ ۗ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا اقْتَتَلَ الَّذِينَ مِنْ بَعْدِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَلَٰكِنِ اخْتَلَفُوا فَمِنْهُمْ مَنْ آمَنَ وَمِنْهُمْ مَنْ كَفَرَ ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا اقْتَتَلُوا وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ

(2:253) Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang (langsung) Allah berfirman dengannya dan sebagian lagi ada yang ditinggikan-Nya beberapa derajat. Dan Kami beri Isa putra Maryam beberapa mukjizat dan Kami perkuat dia dengan Rohulkudus.95) Kalau Allah menghendaki, niscaya orang-orang setelah mereka tidak akan berbunuh-bunuhan, setelah bukti-bukti sampai kepada mereka. Tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) yang kafir. Kalau Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Tetapi Allah berbuat menurut kahendak-Nya.

Catatan Depag

*95) Menurut para mufasir, yang dimaksud Ruhulkudus ialah Malaikat Jibril.

Kritik

(2:253-286): Kontrol ekonomi teologis — Larangan riba (2:275-279) dengan ancaman "perang dengan Allah dan Rasul-Nya" (2:279) adalah kontrol ekonomi melalui teror teologis. Tidak ada analisis ekonomi yang mendukung larangan ini — hanya ancaman supernatural.

Moral

(2:253): Tuhan mengakui sanggup mencegah manusia saling berbunuhan, namun memilih membiarkannya terjadi karena Ia "berbuat menurut kehendak-Nya". Ini menunjukkan sikap apati ilahi terhadap tragedi pertumpahan darah manusia, di mana intervensi pencegahan sengaja diabaikan demi memamerkan otoritas kekuasaan yang mutlak.

Kontradiksi

Ayat 253 menyatakan Allah meninggikan derajat sebagian rasul di atas yang lain. Namun Q2:136 dan Q3:84 memerintahkan beriman kepada semua nabi 'tanpa membeda-bedakan'. Kontradiksi: di satu sisi Allah sendiri membeda-bedakan rasul (Q2:253), di sisi lain manusia diperintahkan tidak membeda-bedakan (Q2:136). Juga bertentangan dengan hadis yang melarang memuliakan satu nabi di atas yang lain.