Bacaan
TopikSifat Orang Kafir dan Munafik (6-20)
أَوْ كَصَيِّبٍ مِنَ السَّمَاءِ فِيهِ ظُلُمَاتٌ وَرَعْدٌ وَبَرْقٌ يَجْعَلُونَ أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ مِنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِ ۚ وَاللَّهُ مُحِيطٌ بِالْكَافِرِينَ
(2:19) Atau seperti (orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit, yang disertai kegelapan, petir dan kilat. Mereka menyumbat telinga dengan jari-jarinya, (menghindari) suara petir itu karena takut mati. Allah meliputi orang-orang yang kafir.12)
Catatan Depag
*12) Pengetahuan dan kekuasaan Allah meliputi orang-orang kafir.
Kritik
Ayat 19 (Kehilangan Rima): Secara analisis teks, pakar bahasa Jacob Barth mencatat bahwa ayat ini tampaknya tidak lengkap; ada kemungkinan bagian teks yang mengandung rima telah hilang atau terpotong
Cacat Logika
Perumpamaan yang menentukan hasilnya sendiri (false analogy). Penolak digambarkan sebagai orang yang menyumbat telinga dari petir karena takut mati. Perumpamaan ini sudah memuat kesimpulannya, bahwa penolakan lahir dari ketakutan, bukan dari keberatan yang bisa diperiksa.