Ayat 98 (Bukti Konkret Kelalaian Juru Tulis / Copyist Error): Ini adalah salah satu kesalahan penyalinan paling fatal yang masih dipertahankan. Teks standar menyatakan bahwa patung dan penyembahnya adalah hasab (kerikil) neraka jahanam. Kata ini aneh dan tidak lazim untuk "bahan bakar". Sahabat Nabi seperti Ali, Aisyah, dan Ubayy bin Ka'ab secara tegas membacanya bukan hasab, melainkan hatab yang secara benar berarti "kayu bakar" (seperti di surat 111:4). Analisis paleografi naskah kuno menemukan penyebabnya: juru tulis awal (khatib) lupa menarik garis vertikal pada huruf 'tha' (ط), sehingga huruf tersebut secara keliru terbaca dan tersalin oleh generasi berikutnya sebagai huruf 'shad' (ص)