Bacaan
TopikShalat Wustha, Kisah Bani Israel, dan Semangat Jihad (238-252)
فَهَزَمُوهُمْ بِإِذْنِ اللَّهِ وَقَتَلَ دَاوُودُ جَالُوتَ وَآتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَهُ مِمَّا يَشَاءُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَفَسَدَتِ الْأَرْضُ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْعَالَمِينَ
Maka mereka mengalahkannya dengan izin Allah, dan Dawud membunuh Jalut. Kemudian Allah memberinya (Dawud) kerajaan, dan hikmah, dan mengajarinya apa yang Dia kehendaki. Dan kalau Allah tidak melindungi sebagian manusia dengan sebagian yang lain, niscaya rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan-Nya) atas seluruh alam.
Kritik
(2:222-252): Patriarkisme legislatif — Mengatur perempuan sebagai "ladang" (2:223), memperbolehkan poligami, dan memberikan hak waris yang tidak setara (2:282) adalah sistem hukum patriarkal yang mendiskriminasi perempuan. "Reformasi" ini tidak mengubah fondasi hierarki gender.
Moral Concern
(2:251): Membuat justifikasi teologis bahwa jika Tuhan tidak membiarkan sebagian manusia memerangi sebagian yang lain, maka bumi akan hancur. Konsep ini memberikan legitimasi moral yang mengerikan untuk mewajarkan peperangan berdarah dan konflik antarmanusia sebagai alat Tuhan menjaga ketertiban dunia.

