Bacaan
TopikKisah Para Nabi (Ayat 48-91)
وَالَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِنْ رُوحِنَا وَجَعَلْنَاهَا وَابْنَهَا آيَةً لِلْعَالَمِينَ
Dan (ingatlah kisah Maryam) yang memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan (roh) dari Kami ke dalam (tubuh)nya; Kami jadikan dia dan anaknya sebagai tanda (kebesaran Allah) bagi seluruh alam.
Kritik
Deskripsi bahwa Allah meniupkan roh-Nya kepada Maryam untuk mengandung Yesus adalah rekayasa artifisial yang dipinjam dari mitos penciptaan Adam (diciptakan dari debu dan tiupan roh kehidupan) demi menghindari teologi Logos Kristen. Namun, secara konyol penulis teks tetap ngotot mencomot mitos "kelahiran perawan" (virgin birth) tanpa sadar bahwa tanpa kerangka teologi penebusan dosa (soteriologi) dan status ketuhanan Yesus, mitos keperawanan tersebut menjadi sama sekali tidak memiliki fungsi dan kegunaan logis apa pun selain sekadar menjiplak tradisi apokrifa. (Crone, Jewish Christianity and the Qurʾān / The Religion of the Qurʾānic Pagans).

