Bacaan
TopikKisah Para Nabi (Ayat 48-91)
وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Dan (ingatlah kisah) Żun Nūn (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap,536) "Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim."
Catatan Depag
*536) Di dalam perut ikan, di dalam laut, dan pada malam hari.
Scientific Error
QS 21:87 menceritakan Yunus pergi dalam keadaan marah dan 'menyangka Allah tidak akan mempersempitnya'. Yunus bertahan dalam perut ikan — secara biologis mustahil: tidak ada oksigen, tekanan tinggi, enzim pencernaan, dan suhu asam dalam lambung ikan yang bisa ditoleransi manusia hidup.
Contradiction
QS 21:87 menyatakan Yunus pergi 'dalam keadaan marah' tanpa izin Allah. QS 37:142 menyatakan Yunus 'termasuk orang yang patut dicela'. Namun QS 68:48 meminta Muhammad tidak seperti 'orang yang ada dalam perut ikan' — menyiratkan Yunus berbuat salah. Paradoks: seorang nabi yang 'diutus' Allah bisa meninggalkan tugasnya begitu saja?

