Bacaan
TopikShalat Wustha, Kisah Bani Israel, dan Semangat Jihad (238-252)
وَلَمَّا بَرَزُوا لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالُوا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
(2:250) Dan ketika mereka maju melawan Jalut dan tentaranya, mereka berdoa, "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kokohkanlah langkah kami dan tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."
Kritik
(2:250) Memperlihatkan anakronisme sejarah yang buta; kisah tentang Saul (Thalut) yang melawan Goliat dicampuradukkan secara serampangan dengan kronologi kisah Gideon dari kitab Hakim-Hakim. (The Origins of the Koran,)
Cacat Logika
Hasil dibaca mundur ke sebabnya. Doa sebelum bertempur diikuti kemenangan, lalu doa itu diletakkan sebagai penyebabnya. Seandainya kalah, keterangan yang sama bisa dibalik jadi kurangnya kesabaran, sehingga tidak ada hasil yang bisa membantahnya.