Bacaan
TopikKesesatan dalam Menyembah Selain Allah (Ayat 41-47)
وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا ۖ وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَاسِبِينَ
Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekali pun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan.
Contradiction
QS 21:47 menyatakan Allah memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat — 'tidak seorang pun dirugikan walau seberat biji zarrah'. Namun sistem timbangan amal baik-buruk yang dijumlahkan bertentangan dengan prinsip keadilan kualitatif: apakah satu pembunuhan bisa ditebus oleh jutaan shalat? Konsep timbangan kuantitatif amal adalah model keadilan yang problematis.

