Al-Anbiya' (Para Nabi) Ayat 22

Bacaan

TopikPenciptaan yang Bertujuan (Ayat 16-24)

لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا ۚ فَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ

(21:22) Seandainya pada keduanya (di langit dan di bumi) ada tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa. Mahasuci Allah yang memiliki Arasy, dari apa yang mereka sifatkan.

Kritik

Argumen yang berbunyi "Jika ada tuhan-tuhan lain di langit dan bumi selain Allah, pastilah keduanya akan hancur binasa" sama sekali bukan wahyu yang orisinal. Pernyataan ini murni hasil adopsi mentah dari argumen filsafat dan polemik standar yang sudah sangat lumrah digunakan oleh kaum monoteis Kristen dan Yahudi Timur Dekat untuk mendebat kaum pagan pada masa itu. Penulis teks hanya mengulangi jargon retoris pasaran (commonplace) tanpa elaborasi lebih lanjut. (Crone, The Religion of the Qurʾānic Pagans).

Cacat Logika

False analogy - Ayat 22 menggunakan analogi "seandainya pada keduanya ada tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa" yang tidak menjelaskan bagaimana premis mengarah pada kesimpulan secara logis.

Sains

QS 21:22 menggunakan argumen kosmologis: jika ada banyak tuhan, langit dan bumi akan rusak. Ini adalah versi argumen 'tauhid kosmologis' yang secara logika tidak valid — keberadaan banyak kekuatan tidak otomatis menyebabkan chaos, sebagaimana demokrasi multi-partai tidak otomatis kacau.