Bacaan
TopikShalat Wustha, Kisah Bani Israel, dan Semangat Jihad (238-252)
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ خَرَجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَهُمْ أُلُوفٌ حَذَرَ الْمَوْتِ فَقَالَ لَهُمُ اللَّهُ مُوتُوا ثُمَّ أَحْيَاهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ
Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halamannya, sedang jumlahnya ribuan karena takut mati? Lalu Allah berfirman kepada mereka, "Matilah kamu!" Kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah memberikan karunia kepada manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
Moral Concern
(2:243): Menceritakan bagaimana Tuhan dengan sengaja membunuh ribuan orang yang lari dari kematian ("Matilah kamu!"), lalu menghidupkan mereka kembali semata-mata untuk menunjukkan kekuasaan. Hal ini menonjolkan arogansi entitas yang menggunakan nyawa manusia secara massal layaknya mainan.
Scientific Error
Ayat 243 menceritakan ribuan orang yang diperintahkan Allah 'matilah kamu' lalu dihidupkan kembali. Kebangkitan massal ini tidak memiliki dasar ilmiah maupun arkeologis. Kematian dan kebangkitan massal suatu populasi tidak meninggalkan jejak dalam catatan sejarah atau paleopatologi.

