Bacaan
TopikKeraguan terhadap Kenabian Muhammad (Ayat 5-10)
بَلْ قَالُوا أَضْغَاثُ أَحْلَامٍ بَلِ افْتَرَاهُ بَلْ هُوَ شَاعِرٌ فَلْيَأْتِنَا بِآيَةٍ كَمَا أُرْسِلَ الْأَوَّلُونَ
Bahkan mereka mengatakan, "(Al-Qur`an itu buah) mimpi-mimpi yang kacau, atau hasil rekayasanya (Muhammad), atau bahkan dia hanya seorang penyair, cobalah dia datangkan kepada kita suatu tanda (bukti), seperti halnya rasul-rasul yang diutus terdahulu."
Logical Fallacy
Ad Hominem Preemptive – Penentang dideskripsikan menyebut Al-Qur'an 'mimpi-mimpi kacau' atau 'hasil rekayasa' atau 'syair'. Respons terhadap karakterisasi ini tidak diberikan secara argumentatif, melainkan dengan tantangan membawa 'bukti' — yang kemudian tidak dijelaskan standar buktinya.

