Qurai

Al-Baqarah (Sapi Betina) Ayat 228

Bacaan

TopikHukum Seputar Pernikahan, Talak, dan Hak Perempuan (222-237)

وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍ ۚ وَلَا يَحِلُّ لَهُنَّ أَنْ يَكْتُمْنَ مَا خَلَقَ اللَّهُ فِي أَرْحَامِهِنَّ إِنْ كُنَّ يُؤْمِنَّ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِي ذَٰلِكَ إِنْ أَرَادُوا إِصْلَاحًا ۚ وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

(2:228) Dan para istri yang diceraikan (wajib) menahan diri mereka (menunggu) tiga kali quru`.81 Mereka tidak boleh menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahim mereka, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan para suami mereka lebih berhak kembali kepada mereka dalam (masa) itu, jika mereka menghendaki perbaikan. Dan mereka (para perempuan) mempunyai hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut. Tetapi para suami, mempunyai kelebihan di atas mereka.82 Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

Catatan Depag

*81) Quru` jamak dari qar`u yang berarti suci, atau haid. 82) Diantaranya karena suami bertanggung jawab terhadap keselamatan dan kesejahteraan rumah tangga (An-Nisa` (4) : 34).

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Dalam tradisi masyarakat Arab pra-Islam, istri yang dicerai oleh suaminyatidak memiliki masa idah. Ayat ini kemudian turun untuk menjelaskanmasa idah bagi istri yang ditalak, yakni bila ia masih dapat haid maka ia beridah selama tiga kali masa suci. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Moral

Sesudah menyebut istri punya hak seimbang dengan kewajibannya, ayat ini menutup dengan menyatakan suami punya kelebihan di atas mereka. Kesetaraan yang baru disebut langsung dibatasi di kalimat berikutnya, dan kelebihan itu yang kemudian dipakai ahli fikih untuk menyusun hak talak, hak nafkah, dan hak asuh.

Kontradiksi

Kontra 33:35 dan 3:195. Ayat ini menempatkan suami satu tingkat di atas istri, sedangkan 33:35 dan 3:195 menjanjikan pahala yang sama untuk laki-laki dan perempuan tanpa selisih tingkat. Kesetaraan di hadapan Allah dan ketidaksetaraan di hadapan hukum berjalan bersamaan tanpa pernah dipertemukan.

Catatan Saya

Belum ada catatan untuk ayat ini.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria