Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun untuk membatasi tradisi zalim Jahiliyah (Ila') di mana seorang suami yang enggan menceraikan istrinya sering bersumpah untuk tidak menggaulinya selama bertahun-tahun, membuat nasib sang istri terkatung-katung. Allah membatasi masa sumpah tersebut maksimal hanya empat bulan.
TopikHukum Seputar Pernikahan, Talak, dan Hak Perempuan (222-237)
لِلَّذِينَ يُؤْلُونَ مِنْ نِسَائِهِمْ تَرَبُّصُ أَرْبَعَةِ أَشْهُرٍ ۖ فَإِنْ فَاءُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Bagi orang yang meng-ila` istrinya80) harus menunggu empat bulan. Kemudian jika mereka kembali (kepada istrinya), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Catatan Depag
*80) Meng-ila` istri, maksudnya bersumpah tidak akan mencampuri istri. Dengan sumpah ini seorang istri menderita, karena tidak dicampuri dan tidak pula diceraikan. Dengan turunnya ayat ini, maka suami setelah empat bulan harus memilih antara kembali mencampuri istrinya lagi dengan membayar kafarat sumpah, atau menceraikan.

