Bacaan
TopikUjian, Perang di Jalan Allah, dan Pengorbanan (214-218)
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Kritik
(2:190-221): Glorifikasi kekerasan — "Perangilah di jalan Allah" dan "bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka" adalah perintah genosida yang tidak mengenal batas geografis atau temporal. Klaim "di jalan Allah" adalah justifikasi teologis untuk agresi militer yang tidak dapat diuji secara objektif.
Moral Concern
(2:190-221): Dehumanisasi musuh — "Mereka itu adalah kawan-kawan setan" (2:220) adalah dehumanisasi yang memudahkan pembunuhan tanpa empati. Konsep "jihad" sebagai kewajiban mengaburkan bahwa ini adalah perang militer biasa dengan motif politik dan ekonomi.

