Qurai

Al-Baqarah (Sapi Betina) Ayat 217

Bacaan

TopikUjian, Perang di Jalan Allah, dan Pengorbanan (214-218)

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ ۖ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ ۖ وَصَدٌّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَكُفْرٌ بِهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِ مِنْهُ أَكْبَرُ عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا ۚ وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

(2:217) Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, "Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Tetapi menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Sedangkan fitnah74 lebih kejam daripada pembunuhan. Mereka tidak akan berhenti memerangimu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup. Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya."

Catatan Depag

*74) Fitnah di sini artinya kesyirikan mereka, penganiayaan dan segala perbuatan yang dimaksudkan untuk menindas Islam dan kaum muslimin.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun terkait kegelisahan umat Islam akibat tindakan utusan militer pimpinan Abdullah bin Jahsy yang tanpa sengaja membunuh seorang musyrik (Amr bin Al-Hadhrami) pada akhir bulan Rajab (Bulan Haram). Kaum musyrik mencibir umat Islam, namun ayat ini menegaskan bahwa kezaliman dan pengusiran dari Makkah yang dilakukan musyrikin jauh lebih besar dosanya.

Kritik

Naskah Sana'a menambahkan wa 'an sebelum kata qitalin, dan memangkas ujung kalimatnya sehingga cuma berbunyi wa saddun 'an sabilihi tanpa "Allah wa kufrun bih". Daftar dosa yang dibandingkan dengan perang di bulan haram jadi lebih pendek di naskah itu. (Sadeghi dan Goudarzi, San'a' 1 and the Origins of the Qur'an)

Cacat Logika

Peringkat nilai tanpa ukuran. Dinyatakan bahwa fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Apa saja yang termasuk fitnah tidak dibatasi, sehingga peringkat ini bisa dipakai untuk membenarkan tindakan yang sebelumnya dilarang.

Moral

Orang yang keluar dari Islam lalu mati dalam keadaan itu disebut gugur seluruh amalnya dan kekal di neraka. Ancaman sebesar itu menutup pintu keluar bagi orang yang sudah masuk, dan yang menahannya di dalam bukan keyakinan, tapi ongkos untuk pergi.

Kontradiksi

Kontra 9:36. Ayat ini menyebut perang di bulan haram sebagai dosa besar lalu langsung menaruhnya di bawah dosa lain yang disebut lebih besar, sedangkan 9:36 melarang menganiaya diri pada bulan-bulan itu tanpa pengecualian. Larangan yang di satu tempat tegas, di sini jadi larangan yang bisa dikalahkan.

Catatan Saya

Belum ada catatan untuk ayat ini.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria