Bacaan
TopikKisah Dzulkarnain (Ayat 83-101)
آتُونِي زُبَرَ الْحَدِيدِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا سَاوَىٰ بَيْنَ الصَّدَفَيْنِ قَالَ انْفُخُوا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَعَلَهُ نَارًا قَالَ آتُونِي أُفْرِغْ عَلَيْهِ قِطْرًا
Berilah aku potongan-potongan besi!" Hingga ketika (potongan) besi itu telah (terpasang) sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, dia (Zulkarnain) berkata, "Tiuplah (api itu)!" Ketika (besi) itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata, "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atasnya (besi panas itu)."
Scientific Error
QS 18:96 menggambarkan Dzulkarnain membangun tembok dari besi dan tembaga cair untuk mengurung Yajuj-Majuj. Secara metalurgi dan rekayasa, membangun tembok dari logam cair yang dituang di antara dua gunung dalam skala yang cukup mengurung seluruh populasi adalah mustahil secara teknis dengan teknologi apapun yang dikenal.

