Al-Kahf (Gua) Ayat 83

Bacaan

TopikKisah Dzulkarnain (Ayat 83-101)

وَيَسْأَلُونَكَ عَنْ ذِي الْقَرْنَيْنِ ۖ قُلْ سَأَتْلُو عَلَيْكُمْ مِنْهُ ذِكْرًا

(18:83) Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Zulkarnain. Katakanlah, "Akan kubacakan kepadamu kisahnya."

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun sebagai jawaban atas pertanyaan kaum Yahudi kepada Nabi Muhammad SAW mengenai kisah Zulkarnain.

Kritik

  1. Cerita Dzulqarnain yang membangun tembok besi untuk menahan Ya'juj dan Ma'juj merupakan anakronisme buta dan pencomotan langsung dari sastra Alexander Legend (Legenda Aleksander Agung) versi Kristen Suriah. Teks ini dengan sangat konyol merombak seorang raja penakluk pagan asal Makedonia menjadi sosok nabi monoteis yang memiliki mandat ketuhanan.
  2. (18:83) Kritik historis dan komparatif mengidentifikasi bahwa kisah Zulkarnain (Dhul-Qarnayn) yang membangun tembok besi untuk menahan Ya'juj dan Ma'juj (Gog dan Magog) sangat berkaitan erat dengan teks sastra kuno "Roman Aleksander" (Romance of Alexander) versi bahasa Aramaik/Suryani yang ditulis sekitar tahun 520 M. Analisis filologi menyimpulkan bahwa versi Al-Qur'an tentang Aleksander Agung mengadopsi narasi dari transmisi versi Aramaik tersebut. (Sumber: Bagian Syriac Influence on the Style of the Koran oleh Alphonse Mingana & kajian Kevin van Bladel dalam Historicity of the Quran)
  3. (18:83) Pahlawan misterius "Zulkarnain" yang membangun tembok menahan Ya'juj dan Ma'juj adalah penyalinan buta dari romansa Alexander Agung dalam literatur Yahudi (Haggada)., (Tidak dicantumkan)

Cacat Logika

Appeal to unverifiable sources - Ayat 83-98 menjelaskan kisah Zulkarnain yang tidak dapat diverifikasi secara historis, namun digunakan sebagai dasar untuk klaim teologis, tanpa memberikan bukti eksternal.

Sains

Menjadikan Zulkarnain (Iskandar Agung) sebagai pahlawan monoteis. Secara historis, Iskandar Agung (Alexander the Great) adalah seorang politeis tulen. Kisah ini merupakan adaptasi dari literatur "Romansa Alexander" versi Siria abad ke-6.