Bacaan
TopikUjian, Perang di Jalan Allah, dan Pengorbanan (214-218)
يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ ۖ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ
(2:215) Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, "Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin dan orang yang dalam perjalanan." Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun ketika seorang sahabat tua dan kaya bernama Amr bin Al-Jamuh bertanya kepada Nabi mengenai harta apa yang sebaiknya diinfakkan serta urutan golongan prioritas mana saja yang paling berhak menerima infak tersebut.
Cacat Logika
Urutan yang tidak diberi alasan. Penerima infak diurutkan dari orang tua sampai musafir. Dasar urutannya tidak disebutkan, sehingga daftar itu bisa dibaca sebagai batas, bukan sebagai contoh.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

