Al-Baqarah (Sapi Betina) Ayat 214

Bacaan

TopikUjian, Perang di Jalan Allah, dan Pengorbanan (214-218)

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

(2:214) Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun ketika umat Islam sedang diuji dengan penderitaan berat, ketakutan, dan himpitan kelaparan yang luar biasa, yakni saat pengepungan musuh dalam Perang Khandaq (Parit) atau saat awal hijrah ke Madinah dengan meninggalkan seluruh hartanya.

Kritik

(2:214) Teks standar memuat kata khalaw pada kalimat alladzina khalaw min qablikum (orang-orang yang telah lalu sebelummu), namun manuskrip Sana'a menghilangkan kata khalaw tersebut. (Sumber: buku/studi Ṣan'ā' 1 and the Origins of the Qur'ān oleh Behnam Sadeghi & Mohsen Goudarzi) (2:214) Manuskrip Sanaa Lembar David 86/2003 memperlihatkan manipulasi tekstual, kata asli "fa-arsala allāhu" dihapus lalu diganti dengan "fa-baʿatha allāhu". (Sanaa manuscript - Wikipedia)

Cacat Logika

Yang selamat saja yang dihitung (survivorship bias). Penderitaan umat terdahulu dipakai sebagai alasan menerima ujian sekarang, ditutup dengan pernyataan bahwa pertolongan Allah itu dekat. Yang tidak selamat tidak ikut dihitung, padahal jumlahnya menentukan apakah polanya benar.