Bacaan
TopikKeingkaran Bani Israel dan Perpecahan Umat Manusia (211-213)
كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ ۚ وَمَا اخْتَلَفَ فِيهِ إِلَّا الَّذِينَ أُوتُوهُ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۖ فَهَدَى اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا لِمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِهِ ۗ وَاللَّهُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.
Kritik
(2:213) Di naskah Sana'a, kata kerja yang digunakan adalah arsala (mengutus) di mana teks standar menggunakan kata ba'atha (membangkitkan). Varian Sana'a menggunakan kata kerja jamak yahkumua untuk menggantikan bentuk tunggal yahkuma, serta menghilangkan frasa baghyan baynahum di akhir kalimat. (Sumber: buku/studi Ṣan'ā' 1 and the Origins of the Qur'ān oleh Behnam Sadeghi & Mohsen Goudarzi) (2:213) Manuskrip Sanaa Lembar David 86/2003 memperlihatkan manipulasi tekstual, kata asli "fa-arsala allāhu" dihapus lalu diganti dengan "fa-baʿatha allāhu". (Sanaa manuscript - Wikipedia)
Logical Fallacy
Appeal to Tradition + Non Sequitur — Manusia 'dulunya satu umat' lalu diutus para nabi untuk 'menghukumi perbedaan'; perpecahan dianggap masalah yang memerlukan solusi keagamaan spesifik tanpa menjelaskan mengapa solusi itu yang paling tepat.

