Bacaan
TopikKeingkaran Bani Israel dan Perpecahan Umat Manusia (211-213)
زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا ۘ وَالَّذِينَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Kehidupan dunia dijadikan terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kafir, dan mereka menghina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari Kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.
Kritik
(2:212) Manuskrip Sanaa Lembar David 86/2003 memperlihatkan manipulasi tekstual, kata asli "fa-arsala allāhu" dihapus lalu diganti dengan "fa-baʿatha allāhu". (Sanaa manuscript - Wikipedia)
Logical Fallacy
False Dichotomy — Kehidupan dunia 'dihiaskan bagi orang kafir' yang menertawakan orang beriman, vs orang bertakwa yang unggul di akhirat; polarisasi manusia menjadi dua kategori dengan nasib yang sudah ditentukan.

