Bacaan
TopikKeingkaran Bani Israel dan Perpecahan Umat Manusia (211-213)
سَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَمْ آتَيْنَاهُمْ مِنْ آيَةٍ بَيِّنَةٍ ۗ وَمَنْ يُبَدِّلْ نِعْمَةَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
(2:211) Tanyakanlah kepada Bani Israil, berapa banyak bukti nyata yang telah Kami berikan kepada mereka. Barang siapa menukar nikmat Allah setelah (nikmat itu) datang kepadanya, maka sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya.
Kritik
(2:211) Naskah Sana'a mengeja kata al-'iqab (hukuman) tanpa sisipan alif panjang di tengahnya, ditulis sebagai al-'iqb (ٱلْعِقٰبِ) dibandingkan versi standar al-'iqab (ٱلْعِقَابِ). (Sumber: buku/studi Ṣan'ā' 1 and the Origins of the Qur'ān oleh Behnam Sadeghi & Mohsen Goudarzi) (2:211) Manuskrip Sanaa Lembar David 86/2003 memperlihatkan manipulasi tekstual, kata asli "fa-arsala allāhu" dihapus lalu diganti dengan "fa-baʿatha allāhu". (Sanaa manuscript - Wikipedia)
Logical Fallacy
Guilt by Association / Historical Shaming: Mengingatkan Bani Israel tentang 'berapa banyak bukti nyata yang telah diberikan' kepada leluhur mereka sebagai argumen terhadap generasi sekarang adalah bentuk hukuman kolektif lintas generasi.

