Al-Baqarah (Sapi Betina) Ayat 210

Bacaan

TopikSeruan Masuk Islam Secara Menyeluruh (208-210)

هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا أَنْ يَأْتِيَهُمُ اللَّهُ فِي ظُلَلٍ مِنَ الْغَمَامِ وَالْمَلَائِكَةُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ ۚ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ

(2:210) Tidak ada yang mereka tunggu-tunggu kecuali datangnya Allah bersama malaikat dalam naungan awan, sedangkan perkara (mereka) telah diputuskan. Dan kepada Allahlah segala perkara dikembalikan.

Kritik

  1. (2:210) Varian naskah Sana'a menggunakan kata kerja tanẓurūna (dengan huruf ta) dan ya'tiyakum (dengan dhomir -kum), sedangkan teks standar Utsmani menggunakan yanẓurūna (dengan ya) dan ya'tiyahum (dengan -hum). (Sumber: buku/studi Ṣan'ā' 1 and the Origins of the Qur'ān oleh Behnam Sadeghi & Mohsen Goudarzi)
  2. (2:210) Manuskrip Sanaa Lembar David 86/2003 memperlihatkan manipulasi tekstual, kata asli "fa-arsala allāhu" dihapus lalu diganti dengan "fa-baʿatha allāhu". (Sanaa manuscript - Wikipedia)

Sains

Anthropomorphic God: 'Datangnya Allah bersama malaikat dalam naungan awan' adalah gambaran fisik Allah yang berpindah tempat dan datang dalam naungan awan — bertentangan dengan doktrin Islam sendiri bahwa Allah tidak terbatas oleh ruang dan waktu.

Kontradiksi

Kontradiksi dengan Doktrin Tanzih: Gambaran Allah 'datang dalam naungan awan' bertentangan dengan doktrin tanzih (Allah jauh dari sifat-sifat materi/fisik) yang dipegang teologi Islam mainstream.