Al-Kahf (Gua) Ayat 9

Bacaan

TopikKisah Ashabul Kahfi (Ayat 9-26)

أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آيَاتِنَا عَجَبًا

(18:9) Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqīm485) itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?

Catatan Depag

*485) Raqim, sebagian mufasir mengartikan nama anjing dan sebagian yang lain mengartikan batu bersurat.

Kritik

Narasi Ashabul Kahfi (Pemuda Gua) adalah hasil plagiarisme vulgar dari fabel Kristen Suriah, "The Seven Sleepers of Ephesus", yang populer di kalangan teolog abad ke-5 Masehi. Kisah ini diklaim sebagai pewahyuan padahal sekadar dipinjam dari dongeng Kristen lokal. Penulis Al-Qur'an kemudian berusaha menutupi ketidaktahuannya atas detail legenda tersebut dengan melarang para pengikutnya berdebat mengenai jumlah pasti pemuda gua itu.

Sains

QS 18:9-26 menceritakan pemuda-pemuda yang tidur dalam gua selama 309 tahun. Secara biologis mustahil: manusia tidak dapat bertahan hidup tanpa makan, minum, dan fungsi tubuh selama 309 tahun. Kisah ini jelas bertentangan dengan fisiologi manusia dasar.

Kontradiksi

QS 18:9 bertanya retoris apakah kisah Ashabul Kahfi adalah 'tanda yang ajaib'. Namun QS 17:59 menyatakan Allah tidak menurunkan tanda-tanda karena umat terdahulu mendustakannya. Jika tanda-tanda tidak diturunkan lagi, mengapa kisah Ashabul Kahfi disajikan sebagai 'tanda kebesaran Allah'?