Bacaan
TopikSifat Orang Kafir dan Munafik (6-20)
وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَىٰ شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ
(2:14) Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, "Kami telah beriman." Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, "Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok."
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun berkenaan dengan Abdullah bin Ubay (tokoh munafik) dan para pengikutnya. Saat berpapasan dengan sahabat seperti Abu Bakar, Umar, dan Ali, mereka berpura-pura memuji dan menyambut hangat, namun ketika kembali ke kelompoknya, mereka membanggakan kelicikan mereka menipu umat Islam.
Logical Fallacy
Mind Reading + Conspiracy Framing: Mengklaim mengetahui apa yang dikatakan orang munafik 'di belakang' adalah atribusi niat yang tidak dapat diverifikasi. 'Setan-setan' sebagai metafora pemimpin kafir membingkai semua non-Muslim sebagai agen iblis.
Moral Concern
Dehumanisasi via Metafora Setan: Menyebut pemimpin non-Muslim sebagai 'setan' adalah dehumanisasi linguistik yang memudahkan permusuhan terhadap mereka.

