Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun untuk menegur kebiasaan rombongan jemaah haji dari Yaman yang berangkat ke Makkah tanpa membawa bekal sama sekali dengan dalih bertawakal kepada Allah, padahal ujung-ujungnya mereka justru menjadi pengemis yang merepotkan orang lain. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun untuk menegur kebiasaan jamaah haji dari Yaman yang pada masa itu enggan membawa bekal. Akhirnya, sesampai di Mekah mereka harus meminta-minta kepada jamaah haji yang lain guna memenuhikebutuhan mereka. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
TopikKetentuan Pelaksanaan Haji dan Umrah (196-203)
الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ
(Musim) haji itu (pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi.70) Siapa yang mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, maka janganlah dia berkata jorok (rafaṡ),71) berbuat maksiat dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala yang baik yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku Wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!
Catatan Depag
*70) Ialah bulan Syawal, Zulkaidah dan Zulhijah. 71) Jorok (rafaṡ) artinya mengeluarkan perkataan yang menimbulkan birahi, perbuatan yang tidak senonoh atau hubungan seksual.
Kritik
(2:190-221): Glorifikasi kekerasan — "Perangilah di jalan Allah" dan "bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka" adalah perintah genosida yang tidak mengenal batas geografis atau temporal. Klaim "di jalan Allah" adalah justifikasi teologis untuk agresi militer yang tidak dapat diuji secara objektif.

