Al-Baqarah (Sapi Betina) Ayat 195

Bacaan

TopikPerintah Berperang di Jalan Allah dan Batasannya (190-195)

وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

(2:195) Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun berkenaan dengan kaum Anshar yang sempat diam-diam sepakat untuk berhenti berinfak di jalan Allah demi memulihkan kebun dan harta mereka yang terbengkalai. Allah menegur bahwa menghentikan perjuangan justru adalah bentuk "menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan". (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Melalui ayat ini Allah menegur sebagian umat Islam yang tidak ikut berjihad dan mulai tampak enggan berinfak untuk biaya jihad. Mereka merasa Islam sudah cukup kuat dan banyak pengikutnya. Mereka ingin tinggal di rumah untuk mengurus keluarga dan harta mereka. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Kritik

(2:195) Manuskrip Sanaa Lembar Stanford mengungkap coretan awal yang tidak diakui ortodoksi Islam, seperti "ḥattā yuqātilūkumu" alih-alih teks standar "ḥattā yuqātilūkum fīhi". (Sanaa manuscript - Wikipedia)

Cacat Logika

Dua perintah tanpa aturan pendamai. Berinfak di jalan Allah diperintahkan bersama larangan menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan, di tengah rangkaian ayat tentang perang. Mana yang berlaku ketika keduanya bertabrakan tidak disebutkan.

Kontradiksi

Kontradiksi dengan Glorifikasi Syahid: Melarang 'menjatuhkan diri ke kebinasaan' (2:195) bertentangan dengan glorifikasi mati di jalan Allah sebagai syahid yang mendapat surga (2:154, 3:169). Kedua perintah sulit direkonsiliasi.