Qurai

Al-Baqarah (Sapi Betina) Ayat 193

Bacaan

TopikPerintah Berperang di Jalan Allah dan Batasannya (190-195)

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ ۖ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ

(2:193) Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti, maka tidak ada (lagi) permusuhan, kecuali terhadap orang-orang zalim.

Kritik

  1. Naskah Sana'a 1 memuat tambahan kata kulluhu pada "wa yakuna d-dinu kulluhu lillah", yang tidak ada di mushaf Utsmani. Kata itu memperkuat cakupan perintahnya, dari agama bagi Allah jadi seluruh agama bagi Allah. (Sadeghi dan Goudarzi, San'a' 1 and the Origins of the Qur'an)
  2. Tafsir klasik membaca fitnah di ayat ini sebagai kesyirikan, jadi perintah perangnya berjalan sampai kesyirikan habis. Terjemahan Kemenag membiarkan kata itu tidak diterjemahkan, dan pembaca awam menangkapnya sebagai tuduhan palsu, sehingga sasaran perang yang dimaksud ayat ini hilang dari terjemahannya.

Cacat Logika

Sasaran yang tidak diberi ukuran. Perang diperintahkan sampai tidak ada lagi fitnah dan agama hanya bagi Allah. Kapan keadaan itu tercapai tidak dirumuskan, sehingga tidak ada titik yang bisa dinyatakan sebagai selesainya.

Moral

Perang diperintahkan berjalan sampai agama hanya bagi Allah. Sasaran seperti itu tidak punya titik berhenti yang bisa disebut, dan yang menanggung akibatnya orang di luar kelompok, bukan pihak yang menetapkan kapan sasarannya tercapai.

Kontradiksi

Kontra 2:256 dan 109:6. Ayat ini memerintahkan perang sampai agama hanya bagi Allah, sedangkan 2:256 menyatakan tidak ada paksaan dalam agama dan 109:6 menyerahkan agama masing-masing kepada pemiliknya.

Catatan Saya

Belum ada catatan untuk ayat ini.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria