Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun karena para sahabat (seperti Mu'adz bin Jabal) bertanya tentang fase perubahan bulan yang berubah-ubah bentuknya, sehingga Allah menjawabnya sebagai penunjuk waktu. Ayat ini juga turun untuk menghapus takhayul kaum Anshar saat berihram yang selalu memanjat masuk rumah dari pintu belakang, yang mana dilarang oleh Nabi. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Salah satu kebiasaan masyarakat Arab kala itu adalah tidak mau memasuki rumah dari pintu depan seusai menunaikan haji atau melakukan perjalanan jauh. Mereka menganggapnya sebagai hal yang tabu. Ayat initurun untuk membatalkan anggapan tersebut. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
TopikLarangan Harta Terlarang dan Makna Bulan Sabit (188-189)
يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ ۖ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ ۗ وَلَيْسَ الْبِرُّ بِأَنْ تَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ ظُهُورِهَا وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنِ اتَّقَىٰ ۗ وَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ أَبْوَابِهَا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang bulan sabit. Katakanlah, "Itu adalah (penunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji." Dan bukanlah suatu kebajikan memasuki rumah dari atasnya,65) tetapi kebajikan adalah (kebajikan) orang yang bertakwa. Masukilah rumah-rumah dari pintu-pintunya, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
Catatan Depag
*65) Pada masa jahiliah, orang yang berihram saat haji, mereka memasuki rumah dari belakang (jika rumahnya berupa tenda, dan dari atas jika rumah berdinding serta pakai atap), bukan dari depan. Hal ini ditanyakan pula oleh para sahabat kepada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, sehingga turunlah ayat ini.
Scientific Error
Penggunaan bulan sabit sebagai penunjuk waktu (ayat 189) mencerminkan kalender lunar Arab abad ke-7 yang mengakibatkan ketidaksesuaian dengan siklus matahari. Sistem kalender lunar murni menyebabkan ibadah haji berpindah-pindah musim setiap tahun, tidak konsisten dengan kondisi alam dan pertanian.

