Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun untuk menghapus tradisi balas dendam yang tidak adil antara dua kabilah Arab yang bertikai. Kabilah yang lebih kuat dengan sombong menuntut agar budak mereka dibalas dengan nyawa orang merdeka, dan wanita mereka dibalas dengan nyawa seorang laki-laki.
TopikQishas: Hukum Pembalasan yang Setara (178-179)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى ۖ الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالْأُنْثَىٰ بِالْأُنْثَىٰ ۚ فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ۗ ذَٰلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ ۗ فَمَنِ اعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu (melaksanakan) kisas59) berkenaan dengan orang yang dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, perempuan dengan perempuan. Tetapi siapa yang memperoleh maaf dari saudaranya, hendaklah dia mengikutinya dengan baik, dan membayar diat (tebusan) kepadanya dengan baik (pula). Yang demikian itu adalah keringanan dan rahmat dari Tuhanmu. Siapa saja yang melampaui batas setelah itu, maka ia akan mendapat azab yang sangat pedih.
Catatan Depag
*59) Kisas ialah hukuman yang semisal dengan kejahatan yang dilakukan atas diri manusia.
Moral Concern
(2:178): Melegalkan diskriminasi hukum berbasis kasta sosial dan gender dalam kasus kisas (pembunuhan): orang merdeka untuk orang merdeka, hamba sahaya untuk hamba sahaya, perempuan untuk perempuan. Hukum ini secara nyata melanggengkan institusi perbudakan dan menolak prinsip kesetaraan nilai nyawa manusia.
Contradiction
Ayat 178 menetapkan qisas berdasarkan status sosial: merdeka dengan merdeka, budak dengan budak, perempuan dengan perempuan. Ini kontradiktif dengan Q4:92–93 yang menetapkan diyat (tebusan) untuk pembunuhan tidak sengaja tanpa membedakan status, dan dengan Q5:45 yang menetapkan jiwa ditukar jiwa tanpa pembedaan status. Juga bertentangan dengan prinsip kesetaraan manusia di Q49:13.

