Bacaan
TopikLarangan Menyembunyikan Kebenaran demi Keuntungan Dunia (174-176)
إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ الْكِتَابِ وَيَشْتَرُونَ بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۙ أُولَٰئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ إِلَّا النَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
(2:174) Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Kitab, dan menjualnya dengan harga murah, mereka hanya menelan api neraka ke dalam perutnya,58 dan Allah tidak akan menyapa mereka pada hari Kiamat dan tidak akan menyucikan mereka. Mereka akan mendapat azab yang sangat pedih.
Catatan Depag
*58) Makanan yang dimakan berasal dari hasil menjual ayat-ayat yang diturunkan Allah, menyebabkan mereka masuk api neraka.
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun berkenaan dengan para pemimpin dan pendeta Yahudi yang mengubah ciri-ciri Nabi Muhammad SAW di dalam kitab mereka karena takut kehilangan upeti, hadiah, dan kekuasaan yang rutin mereka dapatkan dari orang-orang Yahudi awam.
Cacat Logika
Menyimpulkan isi hati (mind reading). Mereka disebut menyembunyikan kitab lalu menjualnya dengan harga murah. Motif keuntungan itu dinyatakan tanpa nama maupun peristiwa, sehingga tuduhannya tidak bisa diperiksa maupun dibantah.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

