Bacaan
TopikMakanan Halal-Haram dan Larangan Mengikuti Syaitan (168-173)
وَمَثَلُ الَّذِينَ كَفَرُوا كَمَثَلِ الَّذِي يَنْعِقُ بِمَا لَا يَسْمَعُ إِلَّا دُعَاءً وَنِدَاءً ۚ صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَعْقِلُونَ
(2:171) Dan perumpamaan bagi (penyeru) orang yang kafir adalah seperti (penggembala) yang meneriaki (binatang) yang tidak mendengar selain panggilan dan teriakan. (Mereka) tuli, bisu dan buta, maka mereka tidak mengerti.
Cacat Logika
Perumpamaan yang menentukan hasilnya sendiri (false analogy). Penolak disamakan dengan hewan yang hanya mendengar teriakan tanpa mengerti. Perumpamaan itu sudah menyimpulkan bahwa mereka tidak menalar, sehingga keberatannya tidak perlu lagi dibaca.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

