Ibrahim (Nabi Ibrahim) Ayat 4

Bacaan

TopikRasul dan Pesan Ilahi (Ayat 4-5)

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ ۖ فَيُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

(14:4) Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya,424) agar dia dapat memberi penjelasan kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dia Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.

Catatan Depag

*424) Al-Qur`an diturunkan dalam bahasa Arab, bukanlah berarti bahwa Al-Qur`an untuk bangsa Arab saja, tetapi untuk semua manusia.

Kritik

Special pleading: Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki sebagai kebijaksanaan ilahi — unfalsifiable. CT: bertentangan dengan S2:256 (tidak ada paksaan dalam agama).

Cacat Logika

Special pleading (Pembelaan khusus) - Ayat 4 menyatakan rasul berbicara dalam bahasa kaumnya untuk memberi penjelasan, namun selanjutnya menyatakan "Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki", membuat penjelasan tersebut menjadi terbatas efektivitasnya.

Moral

(14:4): Menegaskan kembali doktrin fatalisme bahwa Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Konsep ini menghancurkan landasan moral tanggung jawab individu, mengubah sistem pengadilan dosa menjadi tontonan tak adil di mana nasib manusia sudah disabotase oleh Sang Hakim itu sendiri.

Kontradiksi

Kontradiksi dengan 2:256 (Tidak Ada Paksaan): Ayat ini menyatakan "Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki" — bertentangan langsung dengan prinsip "tidak ada paksaan dalam agama" (2:256); jika Allah sengaja menyesatkan sebagian manusia, maka pada praktiknya terdapat paksaan takdir yang mematikan kebebasan memilih.