Al-Baqarah (Sapi Betina) Ayat 168

Bacaan

TopikMakanan Halal-Haram dan Larangan Mengikuti Syaitan (168-173)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

(2:168) Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun berkenaan dengan beberapa kabilah Arab seperti Tsaqif dan Khuza'ah yang secara sepihak mengharamkan beberapa hewan ternak bagi diri mereka sendiri (seperti tradisi unta Bahirah dan Sa'ibah) tanpa dasar hukum yang benar.

Moral

(2:153-189): Perbudakan simbolis — Konsep "puasa" sebagai kewajiban mengontrol tubuh individu untuk tujuan teologis adalah bentuk perbudakan simbolis. Meskipun puasa dapat memiliki manfaat kesehatan, memaksakannya sebagai kewajiban ilahi menghilangkan autonomi individu atas tubuhnya sendiri.

Kontradiksi

Kontradiksi dengan 2:178 dan 5:45 tentang qishas yang memberikan opsi yang berbeda. Kontradiksi dengan 2:256 (tidak ada paksaan): puasa Ramadhan adalah kewajiban wajib — jika tidak ada paksaan, mengapa ada sanksi? Kontradiksi dengan 2:286 (tidak membebani melebihi kemampuan): namun puasa, haji, dan jihad adalah beban signifikan.