Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun ketika kaum musyrik Makkah merasa heran dan tidak percaya terhadap firman Allah yang menyebutkan bahwa Tuhan itu hanya Satu. Mereka menantang Nabi untuk mendatangkan tanda bukti jika hal tersebut memang benar.
TopikTanda-tanda Kekuasaan Allah di Alam Semesta (164)
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti.
Scientific Error
Kosmologi Kuno — Ruang Antara Langit dan Bumi: Ayat ini menyiratkan langit dan bumi adalah dua entitas terpisah dengan 'ruang' di antaranya (awan, burung) — konsisten dengan kosmologi kuno tentang langit sebagai kubah/kanopi di atas bumi datar; tidak sesuai pemahaman modern tentang atmosfer dan ruang angkasa.

