Bacaan
TopikKesedihan Ya'qub dan Kembalinya Saudara-saudara ke Mesir (Ayat 83-93)
قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا ۖ فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَنِي بِهِمْ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ
Dia (Yakub) berkata, "Sebenarnya hanya dirimu sendiri yang memandang baik urusan (yang buruk) itu. Maka (kesabaranku) adalah kesabaran yang baik. Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku. Sungguh, Dialah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana."
Kritik
Ayat 83-87 (Kekacauan Kronologi Narasi): Susunan kisah di sini dinilai sangat rancu dan terputus. Yakub dikisahkan baru saja kehilangan Benyamin, namun ia tiba-tiba malah menangisi Yusuf (ayat 84) padahal seharusnya ia sedang meratapi Benyamin Ayat 83 juga merupakan pengulangan kalimat secara mekanis dari ayat 18 Hal ini mengindikasikan bahwa ada bagian teks menceritakan Benyamin yang telah hilang, lalu kekosongan itu ditambal dengan menyalin kembali potongan kisah tentang Yusuf
Contradiction
Kontradiksi Narasi Kronologi: Ayat ini mengulang kalimat dari ayat 18 ("hanya dirimu sendiri yang memandang baik urusan yang buruk itu") dalam konteks yang berbeda (kehilangan Benyamin vs Yusuf) — menunjukkan penggabungan naratif yang rancu dan inkonsisten secara internal.

