Bacaan
TopikPertemuan Kedua dan Strategi Menahan Bunyamin (Ayat 69-82)
فَلَمَّا جَهَّزَهُمْ بِجَهَازِهِمْ جَعَلَ السِّقَايَةَ فِي رَحْلِ أَخِيهِ ثُمَّ أَذَّنَ مُؤَذِّنٌ أَيَّتُهَا الْعِيرُ إِنَّكُمْ لَسَارِقُونَ
Maka ketika telah disiapkan bahan makanan untuk mereka, dia (Yusuf) memasukkan bejana417) ke dalam karung saudaranya. Kemudian berteriaklah seseorang yang menyerukan, "Wahai kafilah! Sesungguhnya kamu pasti pencuri."
Catatan Depag
*417) Suatu wadah yang terbuat dari emas yang digunakan untuk minum dan dapat juga digunakan untuk menakar.
Moral Concern
(12:70-76): Yusuf secara sengaja merekayasa penemuan bejana di dalam karung adiknya untuk memanipulasi situasi dan menjebaknya dengan tuduhan pencurian. Menggunakan tipu muslihat, penyalahgunaan kekuasaan, dan rekayasa kasus untuk merampas anggota keluarga dari ayahnya yang sudah tua adalah kekejaman psikologis yang dinormalisasi atas nama skenario Ilahi.

