Bacaan
TopikSyiar Haji, Makanan, dan Tanda Kebesaran Allah (158-163)
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
(2:158) Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah.53 Maka siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai54 di antara keduanya. Dan siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka Allah Maha Mensyukuri, 55) Maha Mengetahui.
Catatan Depag
*53) Tempat-tempat beribadah kepada Allah. 54) Berjalan dan berlari-lari kecil tujuh kali antara Safa dan Marwah ketika melakukan ibadah haji atau umrah. Allah mengungkapkan dengan perkataan, “Tidak ada dosa” sebab sebagian sahabat merasa keberatan mengerjakan sai di situ, karena tempat itu bekas tempat berhala. Pada masa jahiliah pun tempat itu digunakan sebagai tempat sai. Untuk menghilangkan rasa keberatan itu Allah menurunkan ayat ini. 55) Allah mensyukuri hamba-Nya, memberi pahala terhadap amalnya, memaafkan kesalahannya, menambah nikmatnya dan sebagainya.
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun karena keraguan kaum Anshar untuk melakukan sa'i (berlari-lari kecil) antara bukit Shafa dan Marwah. Di masa Jahiliyah, terdapat berhala (Isaf dan Na'ilah) di sana sehingga umat Islam menganggap sa'i di tempat itu adalah bagian dari ritual musyrik. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Sa‘i antara Safa dan Marwah merupakan salah satu syiar yang Allah lestarikan hukumnya. Ayat ini turun untuk menjawab keraguan sebagian kaum muslim untuk sa‘i antara kedua bukit tersebut karena khawatir dianggap mengikuti perilaku kaum jahiliah. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
Kritik
Sai antara Safa dan Marwah sudah berjalan sebelum Islam, dan riwayat dalam Bukhari menyebut orang Ansar dulu melakukannya untuk Manat sehingga sebagian mereka ragu apakah masih boleh diteruskan. Ayat ini menjawab keraguan itu dengan menyatakan keduanya bagian dari syiar Allah, dan letaknya memutus alur ayat 157 ke ayat 159.
Cacat Logika
Kesinambungan yang diandaikan, bukan ditunjukkan. Safa dan Marwah disebut bagian dari syiar Allah dan sai di antara keduanya dinyatakan tidak berdosa. Ritual itu sudah berjalan sebelum Islam, dan bagaimana kedudukannya berpindah tidak diterangkan.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

