Bacaan
TopikSabar, Shalat, dan Makna Syahid (153-157)
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata "Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn" 52) (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).
Catatan Depag
*52) Kalimat ini dinamakan kalimat istirja' (pernyataan kembali kepada Allah). Disunnahkan mengucapkannya pada waktu ditimpa musibah, baik besar atau kecil.
Moral Concern
(2:153-189): Perbudakan simbolis — Konsep "puasa" sebagai kewajiban mengontrol tubuh individu untuk tujuan teologis adalah bentuk perbudakan simbolis. Meskipun puasa dapat memiliki manfaat kesehatan, memaksakannya sebagai kewajiban ilahi menghilangkan autonomi individu atas tubuhnya sendiri.

