Bacaan
TopikCobaan Yusuf di Rumah Al-Aziz (Ayat 23-29)
وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَىٰ بُرْهَانَ رَبِّهِ ۚ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ ۚ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ
Dan Sungguh, perempuan itu telah berhasrat kepadanya (Yusuf). Dan Yusuf pun berkehendak kepadanya, sekiranya dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya.411) Demikianlah, Kami palingkan darinya keburukan dan kekejian. Sungguh, dia (Yusuf) termasuk hamba Kami yang terpilih.
Catatan Depag
*411) Ayat ini tidaklah menunjukkan bahwa Nabi Yusuf -'alaihissalām- mempunyai keinginan yang buruk terhadap perempuan itu, tetapi godaan itu demikian besarnya sehingga sekiranya dia tidak dikuatkan dengan keimanan kepada Allah -Subḥānahu wata'ālā- tentu dia jatuh ke dalam kemaksiatan.
Logical Fallacy
Divine Intervention Fallacy - Ayat 15 menyatakan Allah memberi wahyu kepada Yusuf di dasar sumur, dan ayat 24 menyebut "tanda Tuhan" mencegah Yusuf berbuat salah, menggunakan intervensi ilahi sebagai penjelasan mekanistik untuk perilaku manusia.
Contradiction
Kontra S33:32-33 dan etika seksual Islam: S12:24 menyebut Yusuf 'hampir saja melakukannya' (hamma biha) jika tidak melihat tanda dari Tuhannya — tafsir mayoritas mengakui Yusuf hampir terjerumus zina sebelum dicegah ilahi. Ini bertentangan dengan gambaran nabi sebagai ma'shum (terjaga dari dosa) secara penuh, dan menciptakan inkonsistensi tentang standar kesucian para nabi.

