Bacaan
TopikCobaan Yusuf di Rumah Al-Aziz (Ayat 23-29)
وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَنْ نَفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ ۖ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ
Dan perempuan yang dia (Yusuf) tinggal di rumahnya menggoda dirinya. Lalu dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, "Marilah mendekat kepadaku." Yusuf berkata, "Aku berlindung kepada Allah, sungguh, tuanku telah memperlakukanku dengan baik." Sesungguhnya orang yang zalim itu tidak akan beruntung.
Kritik
Pemaparan ketampanan Yusuf dan insiden jubah yang robek digunakan sebagai instrumen narasi, tetapi ini bukanlah wahyu Ilahi melainkan murni manipulasi teknik penceritaan. Penulis teks ini terpaksa mengubah dan menghindar dari motif asli Alkitab untuk menutupi masalah teologis tentang "antropomorfisme" (ketampanan obyektif), sembari menggunakan jubah tersebut sebagai rasionalisasi naratif yang dipaksakan,.
Moral Concern
Istri al-Aziz menggoda Yusuf yang adalah budak di rumahnya (a.23-29): pelecehan seksual oleh majikan terhadap budak — concern atas narasi yang menempatkan beban moral pada yang digoda (Yusuf), bukan yang menggoda; relasi kuasa tidak disorot

