Bacaan
TopikMimpi Yusuf dan Nasihat Ayahnya (Ayat 4-6)
وَكَذَٰلِكَ يَجْتَبِيكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِنْ تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ وَيُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَعَلَىٰ آلِ يَعْقُوبَ كَمَا أَتَمَّهَا عَلَىٰ أَبَوَيْكَ مِنْ قَبْلُ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Dan demikianlah, Tuhan memilih engkau (untuk menjadi Nabi) dan mengajarkan kepadamu sebagian dari takwil mimpi dan menyempurnakan (nikmat-Nya) kepadamu dan kepada keluarga Yakub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada kedua orang kakekmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sungguh, Tuhanmu Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
Contradiction
Kontra S28:68: Allah memilih siapa yang Dia kehendaki; S12:6 menyebut Allah 'memilih' Yusuf dan akan mengajarkannya takwil mimpi. Namun Yusuf kemudian dijual sebagai budak dan dipenjara secara tidak adil. Jika Allah telah memilihnya, mengapa membiarkan penderitaan panjang? Bertentangan dengan konsep perlindungan ilahi atas hamba pilihan.

