Bacaan
TopikWasiat Ya'qub dan Identitas Keimanan (133-141)
أَمْ تَقُولُونَ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطَ كَانُوا هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ ۗ قُلْ أَأَنْتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللَّهُ ۗ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَتَمَ شَهَادَةً عِنْدَهُ مِنَ اللَّهِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
(2:140) Ataukah kamu (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata bahwa Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya adalah penganut Yahudi atau Nasrani? Katakanlah, "Kamukah yang lebih tahu atau Allah, dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan kesaksian dari Allah47) yang ada padanya?" Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.
Catatan Depag
*47) Ialah persaksian Allah yang tersebut dalam Taurat dan injil bahwa Nabi Ibrahim -'alaihissalām- dan anak cucunya bukan penganut agama Yahudi atau Nasrani dan bahwa Allah akan mengutus Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.
Cacat Logika
Menyerahkan perkara kepada pihak yang sedang berperkara. Ditanyakan siapa yang lebih tahu, mereka atau Allah, tentang agama Ibrahim dan keturunannya. Keterangan tentang apa yang Allah ketahui datang dari kitab yang justru sedang menjadi pokok sengketa.