Bacaan
TopikWasiat Ya'qub dan Identitas Keimanan (133-141)
قُلْ أَتُحَاجُّونَنَا فِي اللَّهِ وَهُوَ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ وَلَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُخْلِصُونَ
(2:139) Katakanlah (Muhammad), "Apakah kamu hendak berdebat dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu, dan hanya kepada-Nya kami dengan tulus mengabdikan diri.
Cacat Logika
Kesimpulan yang sudah ditanam di premis (begging the question). Perdebatan ditutup dengan menyebut Dia Tuhan kami dan Tuhan kamu. Yang diperdebatkan justru siapa yang membawa keterangan benar tentang Dia, dan itu diperlakukan sebagai perkara yang sudah selesai.