Al-Baqarah (Sapi Betina) Ayat 7

Bacaan

TopikSifat Orang Kafir dan Munafik (6-20)

خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

(2:7) Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka,9) penglihatan mereka telah tertutup, dan mereka akan mendapat azab yang berat.

Catatan Depag

*9) Sehingga nasihat atau hidayah tersebut tidak bisa masuk ke dalam hati mereka.

Cacat Logika

Alasan yang mematahkan dirinya sendiri (self-contradiction). Hati dan pendengaran mereka disebut dikunci oleh Allah, lalu ayat ditutup dengan azab yang berat. Kalau ketidakmampuan percaya itu dipasang dari luar, hukumannya tidak bisa disandarkan pada pilihan mereka.

Sains

Klaim bahwa Allah 'mengunci hati' dan menutup penglihatan kafir (ayat 7) bertentangan dengan neurosains: kepercayaan dan persepsi adalah proses kognitif yang dapat berubah melalui bukti dan pengalaman, bukan disegel secara supernatural. Tidak ada mekanisme biologis yang mendukung klaim ini.

Kontradiksi

Ayat 7 menyatakan Allah yang mengunci hati dan penglihatan orang kafir sehingga mereka tidak bisa beriman. Namun ayat 256 menyatakan 'tidak ada paksaan dalam agama'. Kontradiksi: jika Allah yang menyegel hati kafir sehingga mereka tidak bisa beriman, bagaimana mereka bertanggung jawab atas kekafiran mereka? Lihat juga Q6:125, Q7:179.