Bacaan
TopikMasjid Dhirar dan Jual Beli dengan Allah (Ayat 107-118)
وَعَلَى الثَّلَاثَةِ الَّذِينَ خُلِّفُوا حَتَّىٰ إِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَاقَتْ عَلَيْهِمْ أَنْفُسُهُمْ وَظَنُّوا أَنْ لَا مَلْجَأَ مِنَ اللَّهِ إِلَّا إِلَيْهِ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
(9:118) dan terhadap tiga orang382 yang ditinggalkan. Hingga ketika bumi terasa sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah (pula terasa) sempit bagi mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksaan) Allah, melainkan kepada-Nya saja, kemudian Allah menerima tobat mereka agar mereka tetap dalam tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.
Catatan Depag
*382) Ka'ab bin Malik, Hilal bin Umayyah dan Mararah bin Rabi', mereka disalahkan karena tidak mau ikut berperang.
Cacat Logika
Pengucilan sebagai alat penegakan. Tiga orang yang tidak ikut berangkat dibiarkan sampai bumi terasa sempit bagi mereka, baru kemudian tobatnya diterima. Yang menghukum tekanan sosial yang sengaja dibiarkan, bukan aturan yang bisa diperiksa.
Moral
Tiga orang yang tidak ikut berangkat dibiarkan dikucilkan sampai bumi terasa sempit bagi mereka. Hukumannya berbentuk pemutusan hubungan oleh seluruh kota, dan bentuk hukuman itu yang kemudian jadi contoh bagi praktik pengucilan di banyak kelompok keagamaan.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

