Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun membongkar kelicikan 12 orang munafik yang sengaja membangun sebuah masjid (Masjid Dhirar) berdekatan dengan Masjid Quba'. Tujuannya adalah untuk memecah belah umat Islam dan menjadikannya markas bagi tokoh munafik Abu 'Amir al-Rahib yang sedang meminta bantuan pasukan Romawi. Nabi akhirnya memerintahkan agar masjid itu dibakar dan diratakan. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Paruh kedua ayat ini turun sebagai bentuk pujian dari Allah kepada parapenduduk Quba’, sebuah wilayah di pinggir kota Madinah, yang mempunyai kebiasaan baik, yakni menggunakan air dalam beristinja. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
TopikMasjid Dhirar dan Jual Beli dengan Allah (Ayat 107-118)
لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ
Janganlah engkau melaksanakan salat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan salat di dalamnya. Di sana ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih.
Logical Fallacy
Ad Hominem - Ayat 107-110 menolak validitas sebuah masjid berdasarkan siapa yang membangunnya (orang munafik), bukan berdasarkan evaluasi objektif terhadap masjid itu sendiri.

