Bacaan
TopikKepemimpinan Ibrahim dan Pembangunan Ka'bah (124-132)
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَىٰ عَذَابِ النَّارِ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
(2:126) Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, "Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Mekkah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu siapa di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian," Dia (Allah) berfirman, "Dan kepada orang yang kafir akan Aku beri kesenangan sementara, kemudian akan Aku paksa dia ke dalam azab neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali."
Cacat Logika
Alasan dipindahkan ke akibatnya (appeal to consequences). Doa untuk negeri yang aman dijawab dengan pembagian: yang beriman diberi rezeki, yang kafir diberi kesenangan sementara lalu azab. Yang disodorkan sebagai alasan memilih adalah akibatnya, bukan benar tidaknya.
Moral
Rezeki di negeri itu dibagi menurut keyakinan: yang beriman diberi buah-buahan, yang kafir diberi kesenangan sebentar lalu dipaksa masuk azab. Kesenangan yang sengaja diberikan supaya akibatnya nanti lebih pedih menjadikan pemberian itu bagian dari hukumannya.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

