Bacaan
TopikKepemimpinan Ibrahim dan Pembangunan Ka'bah (124-132)
وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Ka'bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim 45) itu tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang itikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud!"
Catatan Depag
*45) Ialah tempat Nabi Ibrahim -'alaihissalām- berdiri ketika membangun Ka'bah.
Contradiction
Ayat 125–127 menyatakan Ibrahim dan Ismail membangun Ka'bah. Namun tidak ada bukti arkeologis atau historis yang mengonfirmasi keberadaan Ibrahim sebagai figur historis maupun pembangunan Ka'bah olehnya. Sumber Yahudi dan Kristen tidak menyebut Ismail terkait Mekah. Kontradiksi dengan sejarah: Ka'bah kemungkinan adalah situs pagan Arab yang diadopsi Islam.

